Waktu Waktu Yaang Mustajab

Asalamualaikum para pembaca yang beriman pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan atau memaparkan waktu waktu yang mustajab, dan inilah kesempatan bagi kita untuk munajat kepada Allah swt. Mengenai masalah do'a banyak sekali keterangan nyang bersangkutan dengan do'a diantaranya bahkan Allah bendu terhadap hambanya yang tidak berdo'a kepadanya. Menurut sumber hadits dari yang telah kami ketahui ada beberapa waktu yang mustajab untuk berdo'a. Adapun waktu waktu yang mustajab itu antara lain:
1. di saat waktu adzan dikumandangkan
2. di saat waktu azdan dan iqomah
3. di saat waktu sesudah shalat lima waktu
4. di saat waktu tengah malam yang sunyi
5. di saat waktu sepertiga malam akhir
6. di saat waktu
7. di saat waktu hari jum'at dan malamnya
8. pada waktu matahari condong sedikit ke barat
9. pada waktu hari Arafah
10. pada waktu pertengahan bulan sya'ban
11. pada waktu malam Idul Fitri dan Idul Adha
12. pada waktu bulan Ramadhan
13. pada waktu perang membela agama Allah
14 pada waktu Khatmul Qur'an 30 juz
15. pada waktu hujan turun
16. pada waktu mendung gelap dan angin kencang
17. pada waktu terharu air mata keluar
18. pada waktu bersin
19. pada waktu membaca surat Ar Rahman setelah membaca KULLUMAN ALAIHAA FAANIN
20. Pata saat ruku dan sujud
21. Pada saat melihat orang lupa kepada Allah
21 Pada waktu berdzikir bersama-sama.
Demikian di antara waktu-waktu yang mustajab untuk berdo'a dan sebaiknya pada waktu-waktu tersebut kita gunakan kesempatan didalam berdo'a kepada Allah. karena berdo'a pada waktu-waktu tersebut insyaallah do'a kita akan terkaabul

Bacaan Doa Iftitah Dan Pembahasannya Lengkap

Bacaan Doa Iftitah Dan Pembahasannya Lengkap - Shalat merupakan salah satu hal yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk dijalankan oleh setiap umatnya. Bahkan sholat disamakan dengan tiang agama karena pentingnya bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah yang satu ini. Keutamaan sholat jika dilaksanakan dengan benar dapat menjauhkan diri dari kebathilan dan mendekatkan diri pada kebaikan. Tentu saja keutamaan sholat jika dihayati dengan benar akan menjadikan kita umat Islam dengan pribadi yang lebih baik. Untuk itulah, sholat merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan, tidak hanya dilaksanakan tapi juga diserap maknanya secara utuh.
Bacaan-bacaan dalam sholat memiliki arti dan makna yang bila diresapi secara benar akan membuat sholat kita menjadi semakin khusyu’. Setiap bacaan dalam sholat sebagian besar merupakan doa yang memberikan tanda kepasrahan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Memberikan tanda kepada kita untuk selalu ingat dan tunduk kepada sang Maha Pencipta. Sekaligus menyerahkan diri kita bahwa hidup dan mati kita hanya diserahkan kepada sang Maha Kuasa. Jika sholat dilaksanakan dengan benar plus mengerti arti dari setiap kata dari bacaan sholat, maka kita bisa menjalankan kehidupan dengan lebih baik dan menjadi Muslim yang lebih baik, dan di antara bacaan shalat yaitu bacaan Doa Iftitah yang dibaca pada waktu shalat setelah takbiratul ihram, Doa iftitah merupakan salah satu bacaan sholat yang bersifat sunnah namun memiliki arti dan makna yang berisi tentang pujian atas kebesaran-Nya serta pengakuan kelemahan dan kelengahan insan hingga memerlukan perlindungan dan pengampuanan dari-Nya. Permohonan petunjuk agar diberikan akhlaq yang mulia dan dihindarkan dari berbagai akhlaq yang buruk dan permohonan ampun dari dosa.


Yang pertama kali yang akan kita bahas adalah doa yang selalu dibaca oleh Muhammadiyah, bacaan doa iftitah yang kerap dibaca oleh golongan Muhammadiyah tedalamrmasuk pendek, namun juga memiliki arti yang cukup dalam.
Berikut adalah lafadz bacaannya:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allaah-humma baa-’id bai-nii wa bai-na kha-thaa-yaa-ya kamaa baa-’ad-ta bai-nal masy-riqi wal magh-rib. Allaah-humma naqqi-nii min khathaa-yaa-ya kamaa yunaq-qats-tsaubul ab-ya-dlu minad danas. Allaah-hummagh-sil-nii min khathaa-yaa-ya bil maa-i wats-tsalji wal barad. (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
 “Ya Allah jauhkanlah antara diriku dengan kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara Timur dan Barat,Ya Allah bersihkanlah diriku dari segala kesalahan sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran,Ya Allah cucilah segala kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

Beralih pada doa yang dibaca oleh golongan NU dalam sholat. Dari segi panjang bacaan, doa iftitah yang dibaca oleh NU yang menyoritas bermazhab Syafi’i sedikit lebih panjang, namun memiliki makna yang lebih dalam juga
Berikut adalah lafadz bacaannya:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya :
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).
Sekian yang saya bisa sampaikan pada kesempata kali ini semoga bermanfaat, lihat jika anda ingin mengetahui kajian agama secara lengkap

Doa Setelah Sholat Dhuha Dan Haditsnya

Sholat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan dari mulainya terbit fajar (matahari) sampai menjelang masuk waktu zhuhur, pertengahan waktu siang. Afdhalnya dilakukan pagi hari pada saat matahari mulai naik ( Antara jam 9.00 sampai sebelum dzuhur ). Shalat dhuha lebih kita kenal dengan shalat sunah untuk memohon rizkinya Allah SWT.
Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai sholat dhuha. Mengerjakan sholat dhuha ini hukumnya adalah sunnat muakad. Yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk mengerjakan, Berikut ini adalah diantaranya dalil mengenai sholat dhuha


Artinya : Telah berkata Abu Hurairah : Kekasih saya, (Nabi Muhammad s,a.w,) telah berwashiyat tiga perkara kepada saya, yaitu puasa tiga hari tiap tiap bulan, sembahyang dhuhaz dua rak’at , dan sembahyang witir sebelum tidur. (SR. Bukharie dan Muslim).

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Artnya : “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

Kumpulan Doa Agar Selalu Di Bimbing Allah

Doa Agar Selalu Di Bimbing Allah Ketika kita hidup pasti tentunya tidak akan ada hentinya cobaan demi cobaan yang kita hadapi, ujian dan rintangan selalu kita temui, baik itu cobaan yang kita sukai ataupun cobaan sang tidak kita sukai, semuanya itu pastilah ada, dikarnakan agar kita supaya selalu senantiasa ingat kepadanya dan selalu mohon pertolongan dari segala urusn dan memohon ampunan dari segala kesalahan, intinya kita selalu ber dzikir setiap saat supaya mendapat ridhonya, dibawah ini doa agar di bimbing supaya kita selalu tidak melakukan kesalahan

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ , وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ , وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ , وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا , وَلِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

“Wahai Allah! Aku memohon kepadamu kteguhan dalam segala perkara, kesungguhan dalam ptunjuk. Aku memohon kepada-Mu segala yang bisa mndatangkan rahmat-Mu, $egala yang bisa mengundang ampunan-Mu! Aku memohon kepadamu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yng bagus. Aku juga mem0h0n hati yang selamat dan lisan yang jujur. Aku juga memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari kburukan yang engkau ketahui. 4ku meminta ampunan kepada-Mu atas d0sa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adlah maha mengetahui perkara-perkara ghaib.” (HR. ath-Thabrani).

Doa Menjenguk Orang Sakit

Ketika kita menjenguk saudara kita tentu selain bercakap-cakap dengan seksama tentunya jangan sampai lupa untuk mendoakannya agar dia cepat di sembuhkan oleh Allah, karna tiada yang dapat menyembuhkan penyakit selain Allah swt, dan doa ini sebaiknya kita baca ketika kita pas baru datang untuk menjenguk orang sakit, baik itu dibaca perlahan ataupun nyaring, itu tidaklah masalah yang penting jangan sampai kita lupa mendoakan dia agar cepat sembuh.
Dibawah ini ada sebuah kisah
‘Abdul ‘Aziz dan Tsabit pernah menemui 4nas bin Malik. Tsabit berkata pada 4nas saat itu, “Wahai Abu Hamzah (nama panggilan dari Anas), aku sakit.” Anas berkata, maukah aku meruqyahmu (menyembuhkanmu) dngan ruqyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Tsabit pun mnjawab, “Iya, b0leh.” Lalu Anas membacakan do’a,



اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
ALLAHUMMA RABBAN NAAS MUDZHIBAL BA’SI ISYFI ANTASY-SYAAFII LAA SYAFIYA ILLAA ANTA SYIFAA’AN LAA YUGHAADIRU SAQOMAN.



“Ya Allah Wahai Tuhan segala mnusia, hilangknlah pnyakitnya, sembukanlah dia. (Hanya) Engkaulah yang dapat mnyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yng tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhari, N0. 5742; Muslim, N0. 2191)